Poin Penting
- ROI membandingkan hasil investasi dengan biaya yang dikeluarkan.
- Angka ROI biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase.
- ROI positif menunjukkan hasil melebihi biaya awal.
- ROI tidak memperhitungkan waktu secara langsung.
- Perbandingan ROI perlu mempertimbangkan konteks investasi.
Ketika seseorang mengatakan sebuah investasi “menghasilkan 20%”, kita mungkin langsung merasa sudah tahu apakah hasilnya bagus atau tidak. Padahal, satu angka belum tentu menceritakan keseluruhan cerita.
Ada perbedaan besar antara mendapatkan hasil tertentu dalam waktu singkat dan mendapatkan hasil yang sama setelah menunggu jauh lebih lama. Di sinilah Return on Investment, atau ROI, menjadi menarik. Konsepnya sederhana, tetapi cara membacanya tidak selalu sesederhana angkanya.
Mengapa ROI Mengubah Hasil Investasi Menjadi Angka yang Mudah Dibandingkan
ROI pada dasarnya menjawab satu pertanyaan: berapa besar hasil yang diperoleh dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan?
Secara sederhana, rumusnya adalah:
ROI = (Nilai akhir investasi − Biaya investasi) / Biaya investasi × 100%
Misalnya, sebuah proyek membutuhkan biaya Rp10 juta dan kemudian menghasilkan nilai Rp12 juta. Selisihnya adalah Rp2 juta.
Maka:
ROI = (Rp12 juta − Rp10 juta) / Rp10 juta × 100% = 20%
Angka 20% tersebut menunjukkan bahwa hasil bersihnya setara dengan 20% dari biaya awal.
Saat menghitung ROI, pastikan biaya yang relevan tidak diabaikan karena dapat mengubah hasil akhirnya.
Kekuatan utama ROI ada pada bentuk persentasenya. Dengan mengubah hasil menjadi persentase terhadap biaya, kita mendapatkan ukuran yang lebih mudah digunakan untuk membandingkan beberapa investasi atau proyek.
Satu Angka Bisa Terlihat Bagus Sampai Kita Memeriksa Waktunya
Ada jebakan kecil yang sering muncul ketika ROI digunakan untuk membandingkan dua pilihan.
Misalnya, Investasi A menghasilkan ROI 30% dalam satu tahun. Investasi B juga menghasilkan ROI 30%, tetapi membutuhkan waktu tiga tahun.
Kalau hanya melihat angkanya, keduanya tampak sama.
Padahal, modal pada Investasi A kembali menghasilkan hasil tersebut dalam periode yang lebih pendek. Karena itu, ROI sederhana tidak memberi tahu kita seberapa cepat hasil tersebut diperoleh.
Ini menjadi penting ketika investasi memiliki jangka waktu yang berbeda. Untuk analisis yang lebih mendalam, ukuran lain yang mempertimbangkan faktor waktu dapat digunakan.
Dengan kata lain, ROI menjawab “berapa besar hasilnya dibandingkan biaya?”, tetapi belum tentu menjawab “seberapa cepat hasil itu diperoleh?”
ROI Tidak Otomatis Berarti Investasi Itu Lebih Baik
Angka ROI yang lebih tinggi memang menunjukkan hasil relatif yang lebih besar terhadap biaya. Namun, bukan berarti angka tersebut sendirian cukup untuk menyimpulkan bahwa sebuah investasi lebih menarik.
Risiko adalah salah satu alasannya.
Dua investasi dapat memiliki ROI yang sama, tetapi tingkat ketidakpastian hasilnya berbeda. Ada pula investasi yang membutuhkan modal lebih lama untuk menghasilkan keuntungan, sementara pilihan lain memberikan hasil dalam periode yang lebih pendek.
Selain itu, tujuan investasi juga memengaruhi cara sebuah ROI dibaca. Dalam konteks bisnis, misalnya, ROI dapat digunakan untuk menilai proyek, ekspansi, atau penggunaan modal. Dalam konteks investasi, ROI dapat membantu melihat hasil suatu aset relatif terhadap biaya yang dikeluarkan.
Jadi, ROI lebih tepat dipandang sebagai alat pengukuran, bukan tombol yang otomatis menghasilkan keputusan.
ROI yang lebih tinggi tidak selalu berarti pilihan yang lebih baik jika risiko, waktu, dan biaya lainnya berbeda.
Mengapa Biaya dan Komponen Hasil Perlu Diperhatikan
Perhitungan ROI terlihat sederhana karena hanya membutuhkan hasil dan biaya. Tantangannya justru terletak pada menentukan apa saja yang seharusnya masuk ke dalam kedua bagian tersebut.
Biaya investasi tidak selalu berhenti pada harga pembelian. Dalam situasi tertentu, terdapat biaya tambahan seperti biaya transaksi, pemeliharaan, atau pengeluaran lain yang berkaitan langsung dengan investasi.
Begitu pula dengan hasil. Nilai akhir suatu investasi bisa bukan satu-satunya bentuk keuntungan yang diterima. Ada situasi ketika investasi menghasilkan arus kas atau pendapatan selama periode kepemilikan.
Jika komponen yang relevan diabaikan, ROI yang dihitung dapat memberikan gambaran yang terlalu sederhana mengenai kinerja sebenarnya.
Karena itu, pertanyaan yang lebih baik bukan sekadar “berapa ROI-nya?”, tetapi juga “ROI ini dihitung dari biaya dan hasil yang mana?”
Kapan ROI Berguna, dan Kapan Kita Perlu Ukuran Lain?
ROI sangat berguna ketika kita membutuhkan ukuran yang sederhana untuk melihat efisiensi suatu investasi atau proyek.
Perusahaan dapat menggunakannya untuk mengevaluasi penggunaan modal. Investor dapat menggunakannya untuk melihat hasil relatif terhadap biaya. Bahkan konsep yang sama dapat diterapkan pada aktivitas non-investasi, selama ada biaya yang dapat dibandingkan dengan hasil yang diperoleh.
Namun, semakin kompleks situasinya, semakin besar kemungkinan satu angka ROI tidak cukup.
Perbedaan waktu, perubahan nilai uang, risiko, arus kas yang terjadi pada waktu berbeda, dan biaya kesempatan dapat membuat analisis menjadi lebih rumit. Dalam kondisi seperti itu, metrik lain seperti Net Present Value (NPV) atau Internal Rate of Return (IRR) dapat memberikan perspektif tambahan.
Bukan berarti ROI menjadi tidak berguna. Justru sebaliknya, ROI bisa menjadi titik awal yang praktis sebelum analisis bergerak ke pertanyaan yang lebih dalam.
Membaca ROI sebagai Awal Analisis, Bukan Akhirnya
ROI menarik karena berhasil mengubah pertanyaan yang rumit menjadi ukuran yang relatif mudah dipahami: berapa banyak hasil yang diperoleh dibandingkan dengan biaya?
Tetapi kesederhanaan itu juga menjadi batasannya. Angka ROI tidak dengan sendirinya menjelaskan kapan hasil diperoleh, seberapa besar risikonya, atau apakah biaya yang digunakan dalam perhitungan sudah mencakup seluruh komponen yang relevan.
Jadi, ketika melihat sebuah ROI, jangan berhenti pada persentasenya. Lihat juga cerita di belakang angka tersebut: berapa modal yang digunakan, berapa lama modal itu terikat, biaya apa saja yang muncul, dan risiko apa yang menyertainya.
ROI bisa menjadi pintu masuk yang bagus untuk memahami kinerja investasi. Pertanyaannya, ketika kamu menemukan dua pilihan dengan ROI yang terlihat sama atau berbeda, faktor apa di balik angka tersebut yang paling ingin kamu periksa lebih dulu?