Ketika seseorang membeli atau menjual saham, transaksi tersebut tidak selalu terjadi begitu saja antara dua orang tanpa perantara. Di balik banyak transaksi sekuritas terdapat perusahaan yang membantu menjalankan pesanan, menyediakan akses ke pasar, atau bahkan melakukan transaksi menggunakan dananya sendiri.
Entitas yang menjalankan fungsi tersebut dapat disebut broker-dealer.
Istilah ini terdengar seperti satu jabatan, tetapi sebenarnya menggambarkan dua fungsi yang berbeda. Untuk memahami broker-dealer, kuncinya adalah membedakan kapan sebuah perusahaan bertindak sebagai broker dan kapan ia bertindak sebagai dealer.
Poin Penting
- Broker membantu menjalankan transaksi sekuritas atas nama klien.
- Dealer dapat membeli atau menjual sekuritas untuk rekeningnya sendiri.
- Satu perusahaan dapat menjalankan fungsi broker dan dealer sekaligus.
- Broker-dealer membantu menghubungkan investor dengan pasar sekuritas.
- Sebagian broker-dealer juga terlibat dalam distribusi dan penawaran sekuritas.
Ketika Perusahaan Bertindak sebagai Broker
Bayangkan seorang investor ingin membeli sekuritas. Investor tersebut memberikan instruksi kepada perusahaan yang memiliki akses ke pasar untuk menjalankan transaksi tersebut.
Dalam situasi ini, perusahaan bertindak sebagai broker.
Broker pada dasarnya menjalankan transaksi untuk pihak lain. Fokus utamanya adalah membantu klien memperoleh akses ke pasar dan mengeksekusi pesanan sesuai instruksi yang diberikan.
Karena itu, kata "broker" paling mudah dipahami sebagai perantara transaksi.
Broker tidak menjadi pemilik sekuritas hanya karena ia membantu menjalankan pesanan klien. Ia menjalankan fungsi untuk pihak yang ingin membeli atau menjual.
Saat melihat kata "broker", tanyakan: transaksi ini dilakukan untuk kepentingan siapa?
Pertanyaan sederhana tersebut membantu membedakan fungsi broker dari fungsi dealer.
Ketika Perusahaan Bertindak sebagai Dealer
Sekarang situasinya berubah.
Alih-alih hanya membantu klien melakukan transaksi, perusahaan melakukan pembelian atau penjualan sekuritas untuk rekeningnya sendiri.
Di sinilah istilah dealer digunakan.
Dealer bertindak sebagai pihak yang melakukan transaksi atas nama dirinya sendiri. Artinya, perusahaan dapat memiliki posisi dalam sekuritas yang diperdagangkan dan menanggung konsekuensi dari transaksi tersebut.
Perbedaan ini penting karena sumber kepentingan transaksinya berubah.
Sebagai broker, perusahaan membantu klien melakukan transaksi. Sebagai dealer, perusahaan melakukan transaksi untuk dirinya sendiri.
Jadi, dua kata tersebut bukan sekadar variasi istilah. Keduanya menggambarkan dua hubungan yang berbeda dengan transaksi sekuritas.
Mengapa Satu Perusahaan Bisa Menjadi Keduanya?
Nama "broker-dealer" muncul karena sebuah perusahaan dapat menjalankan kedua fungsi tersebut.
Pada satu transaksi, perusahaan mungkin bertindak sebagai perantara bagi klien. Pada transaksi lain, perusahaan dapat melakukan transaksi untuk rekeningnya sendiri.
Inilah alasan mengapa memahami hanya kata "broker" belum cukup untuk memahami aktivitas perusahaan dalam pasar sekuritas.
Perusahaan yang menjalankan kedua fungsi dapat memiliki peran yang lebih luas dalam ekosistem pasar. Selain membantu transaksi, sebagian broker-dealer juga dapat menyediakan riset, akses pasar, layanan terkait sekuritas, atau membantu perusahaan memperoleh modal melalui aktivitas pasar modal tertentu.
Dengan demikian, broker-dealer bukan hanya "aplikasi tempat membeli saham". Di balik fungsi yang terlihat oleh investor, terdapat struktur bisnis dan fungsi pasar yang lebih luas.
Bagaimana Broker-Dealer Membantu Pasar Tetap Bergerak?
Pasar sekuritas membutuhkan pembeli dan penjual agar transaksi dapat berlangsung.
Broker-dealer membantu mempertemukan kebutuhan tersebut melalui berbagai fungsi pasar. Sebagai broker, mereka membantu pesanan klien masuk ke pasar. Sebagai dealer, mereka dapat membeli atau menjual sekuritas untuk rekening sendiri.
Fungsi dealer juga dapat berhubungan dengan likuiditas, yaitu seberapa mudah suatu sekuritas dapat diperdagangkan tanpa harus menghadapi hambatan transaksi yang besar.
Semakin banyak aktivitas jual-beli yang dapat difasilitasi dalam suatu pasar, semakin mudah bagi peserta pasar untuk melakukan transaksi.
Namun, likuiditas bukan berarti harga sekuritas akan selalu stabil. Harga tetap dapat berubah karena interaksi antara permintaan dan penawaran.
Broker-Dealer dan Perusahaan yang Ingin Menghimpun Modal
Peran broker-dealer tidak berhenti pada perdagangan sekuritas yang sudah beredar.
Broker-dealer tertentu yang memiliki aktivitas investment banking juga dapat terlibat dalam proses underwriting ketika perusahaan menerbitkan saham atau obligasi.
Dalam konteks ini, broker-dealer membantu membawa sekuritas baru dari perusahaan penerbit menuju investor.
Perannya dapat mencakup membantu menyusun penawaran, mendistribusikan sekuritas, dan mendukung proses perusahaan memperoleh modal dari pasar.
Ini membuat broker-dealer menjadi penghubung dalam dua arah: mereka dapat membantu investor mengakses pasar, sekaligus membantu perusahaan mengakses investor.
Broker-dealer bukan satu fungsi tunggal; aktivitasnya bergantung pada apakah perusahaan bertindak sebagai broker, dealer, atau menjalankan fungsi pasar lainnya.
Mengapa Istilah Broker dan Dealer Perlu Dibedakan?
Perbedaan broker dan dealer terlihat kecil jika hanya dilihat dari namanya. Tetapi secara ekonomi, perbedaannya cukup mendasar.
Broker: melakukan transaksi untuk klien.
Dealer: melakukan transaksi untuk rekeningnya sendiri.
Broker-dealer: dapat menjalankan kedua fungsi tersebut.
Perbedaan ini membantu kita memahami siapa yang sebenarnya menjadi pihak dalam sebuah transaksi.
Misalnya, ketika investor memberikan pesanan pembelian, perusahaan yang menerima pesanan tersebut dapat bertindak sebagai broker. Namun, ketika perusahaan membeli sekuritas untuk rekeningnya sendiri, hubungannya dengan transaksi sudah berbeda karena perusahaan menjadi pihak yang mengambil posisi.
Memahami perubahan peran tersebut membuat istilah broker-dealer jauh lebih mudah dipahami.
Broker-Dealer sebagai Penghubung dalam Ekosistem Pasar
Pasar sekuritas terdiri dari lebih banyak komponen daripada sekadar pembeli dan penjual.
Ada perusahaan yang membutuhkan modal, investor yang menyediakan modal, bursa dan sistem perdagangan, regulator, serta berbagai perusahaan keuangan yang membantu transaksi berlangsung.
Broker-dealer berada di antara bagian-bagian tersebut.
Mereka dapat membantu investor melakukan transaksi, menyediakan akses ke pasar, melakukan transaksi untuk rekening sendiri, dan dalam konteks tertentu membantu distribusi sekuritas baru.
Karena itu, ketika kamu menemukan istilah broker-dealer dalam pembahasan pasar keuangan, jangan langsung menganggapnya hanya sebagai "pihak yang membeli atau menjual saham".
Lebih tepat melihatnya sebagai entitas yang dapat menjalankan fungsi perantara sekaligus fungsi sebagai pelaku transaksi, tergantung aktivitas yang sedang dilakukan.
Begitu perbedaan antara broker dan dealer sudah jelas, banyak istilah lain dalam struktur pasar sekuritas menjadi lebih mudah dipahami.