Sebuah perusahaan dapat menerbitkan saham dalam jumlah tertentu, tetapi tidak semua saham tersebut selalu berada di tangan pemegang saham pada suatu waktu. Sebagian dapat dimiliki perusahaan itu sendiri setelah melakukan pembelian kembali saham.
Di sinilah istilah outstanding shares menjadi penting. Konsep ini membantu menjelaskan berapa banyak saham yang masih dianggap beredar dan dimiliki oleh investor, termasuk pemegang saham individu, institusi, maupun pihak internal perusahaan.
Poin Penting
- Outstanding shares adalah saham yang masih dimiliki pemegang saham.
- Saham treasury tidak termasuk dalam outstanding shares.
- Jumlah outstanding shares dapat berubah dari waktu ke waktu.
- Angka ini digunakan dalam perhitungan market capitalization dan EPS.
- Outstanding shares berbeda dari floating shares yang tersedia bebas diperdagangkan.
Apa yang Sebenarnya Dihitung sebagai Outstanding Shares?
Outstanding shares adalah saham yang telah diterbitkan perusahaan dan masih dimiliki oleh pemegang saham.
Pemegang saham tersebut dapat berupa investor individu, lembaga keuangan, maupun pihak internal perusahaan. Saham tertentu yang dimiliki orang dalam juga dapat tetap termasuk outstanding shares meskipun memiliki pembatasan perdagangan.
Hal yang tidak termasuk adalah saham yang telah dibeli kembali oleh perusahaan dan disimpan sebagai treasury stock. Saham tersebut sebelumnya telah diterbitkan, tetapi tidak lagi dihitung sebagai saham yang beredar di tangan pemegang saham.
Dengan demikian, outstanding shares menggambarkan kondisi kepemilikan saham pada suatu titik waktu, bukan sekadar jumlah saham yang pernah diterbitkan perusahaan.
Outstanding shares bukan berarti semua saham yang pernah diterbitkan perusahaan.
Mengapa Jumlahnya Bisa Berubah?
Jumlah outstanding shares bukan angka yang selalu tetap.
Ketika perusahaan menerbitkan saham baru, jumlah saham yang beredar dapat meningkat. Hal ini dapat terjadi ketika perusahaan mencari modal melalui penerbitan ekuitas atau ketika instrumen tertentu yang berkaitan dengan kompensasi atau pendanaan menghasilkan penerbitan saham.
Sebaliknya, perusahaan dapat membeli kembali sahamnya sendiri. Saham yang diperoleh kembali tersebut dapat menjadi treasury stock sehingga jumlah outstanding shares berkurang.
Perubahan juga dapat terjadi karena stock split atau reverse stock split. Dalam stock split, jumlah lembar saham meningkat karena setiap saham lama dipecah menjadi beberapa saham. Reverse stock split melakukan kebalikannya dengan menggabungkan beberapa saham menjadi jumlah saham yang lebih sedikit.
Perubahan jumlah saham seperti ini tidak boleh langsung dianggap sebagai perubahan nilai ekonomi perusahaan. Struktur jumlah saham dan harga per saham dapat berubah secara bersamaan.
Outstanding Shares vs. Floating Shares
Dua istilah ini sering terdengar mirip, tetapi cakupannya berbeda.
Outstanding shares mencakup saham yang dimiliki pemegang saham, termasuk saham tertentu yang dimiliki oleh orang dalam atau investor institusional dan mungkin memiliki pembatasan perdagangan.
Floating shares memiliki cakupan yang lebih sempit. Istilah ini berfokus pada saham yang tersedia untuk diperdagangkan secara lebih bebas di pasar.
Karena itu, sebuah perusahaan dapat memiliki jumlah outstanding shares yang besar tetapi jumlah floating shares yang jauh lebih kecil. Kondisi tersebut dapat memengaruhi bagaimana mudah atau sulitnya saham berpindah tangan di pasar.
Untuk memahami likuiditas saham, jangan hanya melihat outstanding shares; perhatikan juga bagian yang benar-benar tersedia untuk diperdagangkan.
Mengapa Outstanding Shares Penting dalam Market Capitalization?
Salah satu penggunaan paling dasar outstanding shares adalah menghitung kapitalisasi pasar.
Secara sederhana:
Market Capitalization = Outstanding Shares × Harga Saham
Artinya, jumlah saham yang beredar merupakan salah satu komponen yang menentukan nilai pasar ekuitas perusahaan.
Jika jumlah saham berubah sementara harga per saham tetap, kapitalisasi pasar secara matematis juga berubah. Namun, dalam praktik pasar, perubahan jumlah saham sering terjadi bersamaan dengan perubahan harga, sehingga dampak akhirnya perlu dilihat secara keseluruhan.
Konsep ini juga menjelaskan mengapa membandingkan harga per saham dua perusahaan saja bisa menyesatkan. Harga satu saham tidak memberi tahu berapa banyak saham yang dimiliki perusahaan tersebut.
Hubungannya dengan Earnings Per Share
Outstanding shares juga penting ketika menghitung earnings per share atau EPS.
Secara konseptual, EPS menghubungkan laba yang tersedia bagi pemegang saham biasa dengan jumlah saham biasa yang relevan. Karena jumlah saham dapat berubah selama suatu periode, perhitungan EPS sering menggunakan weighted average shares outstanding agar perubahan jumlah saham sepanjang periode dapat diperhitungkan.
Misalnya, jika perusahaan menerbitkan saham baru di tengah periode, menggunakan jumlah saham pada akhir periode begitu saja dapat memberikan gambaran yang kurang tepat untuk seluruh periode.
Itulah mengapa konsep jumlah saham rata-rata tertimbang menjadi penting dalam analisis EPS.
Outstanding Shares sebagai “Snapshot” Struktur Kepemilikan
Cara paling mudah memahami outstanding shares adalah menganggapnya sebagai gambaran jumlah saham yang sedang berada di tangan pemegang saham pada suatu waktu.
Angka ini dapat berubah karena penerbitan saham, pembelian kembali, stock split, atau reverse stock split. Karena itu, jumlah outstanding shares sebaiknya selalu dipahami bersama waktu pengukurannya.
Konsep ini juga menjadi penghubung antara struktur kepemilikan dan berbagai ukuran keuangan. Market capitalization menggunakan jumlah saham untuk menggambarkan nilai pasar ekuitas, sedangkan EPS menggunakan jumlah saham yang relevan untuk menghubungkan laba dengan kepemilikan saham.
Pada akhirnya, outstanding shares bukan sekadar angka dalam laporan perusahaan. Angka tersebut membantu menjawab pertanyaan sederhana: berapa banyak saham yang saat ini benar-benar berada di tangan pemegang saham, setelah memperhitungkan saham yang dimiliki kembali oleh perusahaan?