curiosities

Joseph Ducreux: Dari Potret Aneh Abad ke-18 Menjadi Meme Internet

Rioopr · 2026-09-01

Definisi

Joseph Ducreux adalah pelukis Prancis yang terkenal karena potret dirinya dengan ekspresi dan gestur yang tidak biasa. Lebih dari dua abad kemudian, salah satu potret tersebut kembali populer sebagai meme dengan gaya bahasa kuno yang sengaja dibuat berlebihan.

Bayangkan menemukan sebuah potret tua di museum: seorang pria dengan pakaian abad ke-18 menunjuk ke arahmu sambil memasang senyum yang agak sulit dijelaskan. Wajahnya serius, tapi juga seperti sedang bercanda. Sekilas, lukisan itu terasa terlalu aneh untuk sebuah potret resmi. Justru ekspresi itulah yang membuat Joseph Ducreux tetap hidup dalam ingatan budaya populer.

Ducreux bukan sekadar wajah dari sebuah meme. Ia adalah pelukis potret Prancis yang memang punya ketertarikan kuat pada ekspresi manusia. Ia berkarya pada masa ketika potret sering dikaitkan dengan martabat, status, dan penampilan yang terkontrol. Ducreux memilih mengeksplorasi sisi yang jauh lebih spontan.

Poin Penting

  • Joseph Ducreux adalah pelukis potret Prancis yang hidup pada 1735–1802.
  • Ia sering menggunakan dirinya sendiri untuk mengeksplorasi ekspresi wajah dan gestur.
  • Potret dirinya menunjukkan pendekatan yang lebih ekspresif daripada potret formal pada masanya.
  • Salah satu potretnya kemudian menjadi bahan meme internet pada akhir 2000-an.
  • Humor meme tersebut muncul dari benturan antara gambar lama dan bahasa modern.

Ada satu hal yang membuat kisah Ducreux menarik: wajah yang sekarang terlihat seperti bahan meme sebenarnya merupakan bagian dari eksperimen artistiknya.

Ducreux dikenal sebagai pelukis potret dan pernah bekerja untuk lingkungan istana Prancis. Ia membuat potret tokoh penting, tetapi pada saat yang sama terus kembali kepada dirinya sendiri sebagai subjek. Dalam berbagai potret, ia bisa terlihat tertawa, menguap, meminta diam, terkejut, atau menunjukkan ekspresi mengejek.

Kebiasaan itu cukup berbeda dari gagasan sederhana bahwa potret diri harus membuat seseorang terlihat sebaik mungkin.

PENTING

Potret diri Ducreux bukan cuma usaha mengabadikan wajah, tetapi juga cara mengamati bagaimana emosi dapat terlihat melalui tubuh dan ekspresi.

Ketika Wajah Sendiri Menjadi Laboratorium Ekspresi

Untuk memahami karya Ducreux, kita perlu melihat wajah bukan hanya sebagai identitas, tetapi sebagai alat komunikasi.

Senyum mengubah bentuk pipi. Tawa mengubah posisi mulut dan mata. Rasa terkejut membuat alis terangkat dan mulut terbuka. Bahkan menguap menghasilkan perubahan pada seluruh postur tubuh. Bagi seniman yang tertarik pada ekspresi, semua perubahan kecil itu menyediakan sesuatu untuk dipelajari.

Ducreux bahkan berkali-kali memakai dirinya sendiri sebagai model. Ini membuat rangkaian potret dirinya terasa seperti eksperimen visual: orangnya sama, tetapi ekspresi dan gesturnya terus berubah.

Salah satu contoh paling terkenal adalah Self-Portrait, Yawning, yang dibuat paling lambat pada 1783. Alih-alih menghadirkan seorang pelukis dengan pose tenang dan berwibawa, Ducreux memperlihatkan dirinya sedang menguap dengan tubuh yang ikut meregang.

Ada humor di sana, tetapi juga pengamatan yang cukup serius. Tubuh manusia tidak selalu terlihat elegan ketika sedang melakukan sesuatu secara alami. Dan justru ketidaksempurnaan itulah yang membuat ekspresi terasa hidup.

Mengapa Potretnya Terasa Begitu Modern?

Kita mungkin menganggap ekspresi Ducreux lucu karena sudah terbiasa melihat foto selfie, emoji, reaction image, dan meme. Tetapi Ducreux hidup jauh sebelum budaya visual seperti itu muncul.

Salah satu gagasan yang relevan dengan karyanya adalah fisiognomi, yaitu tradisi pemikiran yang menghubungkan ciri-ciri lahiriah dengan karakter seseorang. Pandangan seperti ini pada masa itu memiliki sejarah yang panjang dan tidak sama dengan standar ilmiah psikologi modern.

Yang menarik bagi Ducreux adalah kemungkinan menggunakan wajah dan gestur untuk menyampaikan keadaan atau karakter. Karena itu, beberapa potret dirinya terasa seperti seseorang sedang memainkan sebuah peran di depan kamera, hanya saja "kameranya" adalah kanvas.

Di sinilah potretnya terasa mengejutkan bagi mata modern. Kita melihat seseorang yang tidak hanya duduk diam untuk diabadikan, tetapi seperti sedang berinteraksi langsung dengan penonton.

Dari Lukisan Menjadi Meme

Lalu datanglah internet.

Pada akhir 2000-an, salah satu potret Ducreux yang memperlihatkan dirinya menunjuk sambil tersenyum mulai digunakan sebagai image macro. Gambar tersebut dipasangkan dengan kalimat modern yang ditulis ulang menggunakan bahasa Inggris yang sengaja dibuat panjang, kaku, dan bergaya kuno.

Format ini kemudian dikenal luas sebagai bagian dari meme "Archaic Rap".

Lucunya bukan semata-mata karena kalimatnya terdengar aneh. Ada dua dunia yang sengaja ditabrakkan: ekspresi seorang pria dari akhir abad ke-18 dengan bahasa internet dan budaya musik populer yang jauh lebih modern.

Kalimat biasa dibuat terdengar seperti pidato seorang bangsawan. Bahasa sehari-hari dipelintir menjadi formal sampai kehilangan kewajaran. Otak kita kemudian melakukan pekerjaan kecil yang menyenangkan: mengenali maksud asli di balik kalimat yang sengaja dibuat berlebihan.

TIP

Humor meme Ducreux bekerja karena kita mengenali jarak antara gambar, bahasa, dan konteks aslinya.

Kenapa Template Ini Bisa Bertahan?

Tidak semua gambar lama mudah menjadi meme. Sebuah meme membutuhkan sesuatu yang bisa dipakai ulang, dan potret Ducreux punya beberapa elemen yang sangat mendukung hal itu.

Pertama, ekspresinya kuat. Wajahnya langsung menarik perhatian bahkan tanpa teks.

Kedua, gesturnya mengarah keluar dari lukisan. Ia menunjuk kepada penonton, sehingga gambar terasa seperti sedang berbicara langsung kepada orang yang melihatnya.

Ketiga, kostum dan gaya visualnya menciptakan kontras yang besar dengan bahasa internet. Semakin modern dan santai pesan yang ingin disampaikan, semakin lucu ketika pesan itu dipaksa terdengar seperti berasal dari masa lampau.

Keempat, formatnya sederhana. Sebuah gambar dan satu kalimat sudah cukup untuk membuat versi baru.

Itulah salah satu rahasia budaya meme: sebuah karya bisa mendapatkan kehidupan kedua bukan karena seluruh konteks aslinya dipahami, tetapi karena satu bagian visualnya sangat mudah dipindahkan ke konteks baru.

Dua Kehidupan Satu Potret

Joseph Ducreux akhirnya memiliki semacam kehidupan budaya ganda.

Dalam sejarah seni, ia dapat dipahami sebagai pelukis potret yang mengeksplorasi ekspresi, gestur, dan representasi diri. Dalam budaya internet, wajahnya berubah menjadi karakter yang seolah-olah sedang menerjemahkan bahasa modern ke dalam gaya kuno.

Kedua pembacaan itu tidak harus saling bertentangan.

Justru di situlah kisahnya menarik. Karya seni tidak selalu berhenti memiliki makna ketika meninggalkan zamannya. Ketika masuk ke budaya baru, orang bisa menemukan fungsi yang sama sekali berbeda di dalamnya.

Ducreux mungkin melukis ekspresi untuk mengeksplorasi wajah dan karakter. Internet kemudian menemukan bahwa ekspresi tersebut juga cocok untuk menyampaikan lelucon.

Lebih dari dua abad setelah dibuat, satu wajah masih berhasil melakukan sesuatu yang sangat sederhana: membuat orang berhenti, melihat, lalu bertanya, "Kenapa orang ini kelihatan seperti sedang ngomong kepada gue?"

Mungkin itulah salah satu bentuk umur panjang sebuah karya seni: bukan hanya tetap disimpan, tetapi terus menemukan cara baru untuk berkomunikasi dengan orang yang bahkan tidak hidup pada zaman pembuatnya. Kalau kamu melihat kembali meme Ducreux sekarang, menurutmu yang paling membuatnya terasa lucu itu ekspresinya, bahasa kunonya, atau benturan antara keduanya?

Baca Juga

curiosities

Mengapa Kalender Ethiopia Punya 13 Bulan?

Kalender Ethiopia, atau kalender Ge’ez, adalah kalender matahari dengan 12 bulan yang masing-masing berisi 30 hari dan satu bulan pendek bernama Pagume. Sistem ini juga memiliki penomoran tahun yang berbeda dari kalender Gregorian, sehingga tanggal dan tahun di Ethiopia dapat terlihat “tertinggal” beberapa tahun.

curiosities

Isfahan: Bagaimana Sebuah Kota Menjadi Jantung Persia Safawi

Isfahan adalah kota bersejarah di Iran yang beberapa kali menjadi pusat kekuasaan karena letaknya yang strategis, sumber air, dan perannya dalam perdagangan. Pada era Safawi, kota ini diubah menjadi ibu kota monumental yang memadukan pemerintahan, agama, ekonomi, dan kehidupan publik dalam satu lanskap perkotaan.

curiosities

Kenapa Ada Negara Bagian AS yang Tertinggal dalam Pendidikan?

Kualitas pendidikan antarnegara bagian di Amerika Serikat berbeda cukup jauh. Perbedaan itu tidak hanya berkaitan dengan nilai ujian, tetapi juga akses pendidikan tinggi, kelulusan sekolah menengah, kualitas sekolah, dan kondisi sosial-ekonomi yang membentuk kesempatan belajar.

curiosities

Negara Terkecil di Dunia: Bagaimana Vatikan Bisa Menjadi Sebuah Negara?

Vatikan adalah negara berdaulat terkecil di dunia berdasarkan luas wilayah, dengan wilayah sekitar 0,44 km². Meski sangat kecil dan berada di dalam Kota Roma, Vatikan memiliki pemerintahan, wilayah, dan kedaulatan sendiri.

curiosities

Mengapa Sebagian Negara Mengemudi di Kiri, Bukan di Kanan?

Lalu lintas kiri adalah sistem di mana kendaraan bergerak di sisi kiri jalan dan umumnya menggunakan kendaraan dengan posisi kemudi di kanan. Kebiasaan ini bukan sekadar aturan modern, melainkan hasil dari sejarah, pengaruh politik, dan keputusan transportasi yang bertahan selama berabad-abad.

curiosities

Bayi Jerapah Bisa Lebih Tinggi dari Manusia Dewasa: Mengapa Bayinya Sudah Sebesar Itu?

Bayi jerapah yang baru lahir biasanya sudah memiliki tinggi sekitar 1,8 meter, sehingga dapat lebih tinggi daripada banyak manusia dewasa. Ukuran ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari strategi biologis agar anak jerapah cepat mampu berdiri dan bergerak setelah lahir.